RESUME SEMINAR

 NAMA : Alika Ayu Muliani

NIM : 41724010002

MATA KULIAH : kewirausahaan

TUGAS : resume seminar


Topik seminar : Masa Depan UMKM Dalam Ekonomi Berkelanjutan

1. ESG (Environmental, Social, and Governance)

ESG merupakan konsep yang digunakan untuk mengukur bagaimana sebuah bisnis menjalankan usahanya secara bertanggung jawab. Saat ini, ESG tidak hanya diterapkan oleh perusahaan besar, tetapi juga mulai menjadi standar yang penting bagi UMKM agar lebih kompetitif.

A. Environmental (Lingkungan)

Environmental berkaitan dengan bagaimana sebuah usaha menjaga kelestarian lingkungan.

Contohnya pada UMKM:

  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
  • Menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan.
  • Menghemat penggunaan listrik dan air.
  • Mengelola limbah produksi dengan baik.
  • Menggunakan kemasan yang dapat didaur ulang.

Manfaat bagi UMKM

  • Mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang.
  • Meningkatkan citra usaha.
  • Menarik konsumen yang peduli lingkungan.
  • Mempermudah kerja sama dengan perusahaan besar yang menerapkan standar ESG.

B. Social (Sosial)

Aspek sosial berhubungan dengan bagaimana UMKM memperlakukan pekerja, pelanggan, serta masyarakat sekitar.

Contohnya:

  • Memberikan upah yang layak.
  • Menjaga keselamatan kerja.
  • Tidak melakukan diskriminasi.
  • Memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan.
  • Memberdayakan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja atau pemasok.

Manfaat

  • Meningkatkan loyalitas karyawan.
  • Membangun hubungan baik dengan masyarakat.
  • Meningkatkan kepercayaan konsumen.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

C. Governance (Tata Kelola)

Governance berkaitan dengan cara perusahaan dikelola secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab.

Contohnya:

  • Memiliki pencatatan keuangan yang jelas.
  • Mematuhi peraturan perpajakan.
  • Menjalankan usaha secara jujur.
  • Tidak melakukan praktik korupsi.
  • Memiliki pembagian tugas yang jelas dalam organisasi.

Manfaat

  • Mempermudah memperoleh pinjaman atau investasi.
  • Meningkatkan kepercayaan mitra bisnis.
  • Mengurangi risiko konflik dalam perusahaan.
  • Membantu pertumbuhan usaha menjadi lebih stabil.

Mengapa ESG Penting bagi UMKM?

Saat ini banyak investor, lembaga keuangan, dan perusahaan besar mulai mempertimbangkan penerapan ESG sebelum bekerja sama dengan suatu bisnis.

UMKM yang menerapkan ESG memiliki peluang lebih besar untuk:

  • Mendapatkan akses pembiayaan.
  • Menembus pasar internasional.
  • Menjadi pemasok perusahaan besar.
  • Memiliki daya saing yang lebih tinggi.
  • Bertahan dalam jangka panjang.

ESG bukan sekadar tren, tetapi menjadi salah satu indikator kualitas sebuah usaha.


2. Fair Trade (Perdagangan yang Adil)

Pengertian

Fair Trade adalah sistem perdagangan yang memastikan seluruh pihak dalam rantai produksi memperoleh perlakuan yang adil, mulai dari petani, pengrajin, produsen, hingga konsumen.

Tujuan utama Fair Trade adalah menciptakan perdagangan yang lebih etis dengan memberikan harga yang layak, kondisi kerja yang baik, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.


Prinsip Fair Trade

Beberapa prinsip utama Fair Trade antara lain:

  • Harga yang adil bagi produsen.
  • Upah yang layak bagi pekerja.
  • Tidak ada eksploitasi tenaga kerja.
  • Tidak menggunakan pekerja anak.
  • Kesetaraan gender.
  • Transparansi dalam bisnis.
  • Menjaga lingkungan.
  • Hubungan dagang yang berkelanjutan.

Contoh Penerapan Fair Trade pada UMKM

Misalnya UMKM yang memproduksi kopi:

  • Membeli biji kopi langsung dari petani dengan harga yang layak.
  • Membayar petani tepat waktu.
  • Memberikan pelatihan kepada petani mengenai pertanian berkelanjutan.
  • Menggunakan kemasan ramah lingkungan.
  • Memberikan informasi asal produk kepada konsumen.

Contoh lain:

  • UMKM batik yang memberdayakan pengrajin lokal dengan upah yang layak.
  • UMKM makanan yang membeli bahan baku dari petani lokal dengan harga yang adil.
  • UMKM kerajinan tangan yang mempromosikan hasil karya masyarakat daerah.

Manfaat Fair Trade bagi UMKM

1. Meningkatkan kepercayaan konsumen

Konsumen modern semakin peduli terhadap asal-usul produk yang mereka beli.

2. Memiliki nilai tambah produk

Produk Fair Trade sering kali memiliki nilai jual lebih tinggi karena dianggap lebih etis dan berkualitas.

3. Memperluas pasar ekspor

Banyak negara tujuan ekspor lebih menerima produk yang menerapkan prinsip Fair Trade.

4. Mendukung kesejahteraan masyarakat

Penerapan Fair Trade membantu meningkatkan pendapatan petani, nelayan, dan pengrajin lokal.

5. Mendukung pembangunan berkelanjutan

Fair Trade membantu menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan pelestarian lingkungan.


The Future of MSMEs (Masa Depan UMKM)

Di masa depan, UMKM tidak hanya dinilai dari besar kecilnya keuntungan, tetapi juga dari dampak positif yang mereka berikan terhadap lingkungan dan masyarakat.

Beberapa tren yang diperkirakan akan membentuk masa depan UMKM antara lain:

  • Digitalisasi bisnis melalui e-commerce dan pemasaran digital.
  • Penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi.
  • Penerapan prinsip ESG sebagai standar operasional.
  • Penerapan Fair Trade dalam rantai pasok.
  • Penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan.
  • Produksi yang lebih hemat energi dan minim limbah.
  • Transparansi dalam pengelolaan usaha.
  • Kolaborasi dengan komunitas lokal dan perusahaan besar.
  • Peningkatan sertifikasi produk berkelanjutan untuk memperkuat daya saing.

UMKM yang mampu beradaptasi dengan perubahan ini akan lebih mudah memperoleh pembiayaan, memperluas pasar, serta membangun kepercayaan konsumen.



Comments

Popular posts from this blog

VOIDWALL

Transform Your Walls, Transform Your Space.